Metopen Kuantitatif - Review Artikel 18
fqs December 10, 2025 #PFIS258005 #kuliahNama: Firman Qashdus Sabil
NIM: 250321830676
Identitas Artikel
- Judul: Investigating gender and achievement level differences in epistemological beliefs in physics Penulis: Derya Kaltakci-Gurel, Department of Mathematics and Science Education, Kocaeli University, Türkiye.
- Jurnal: Physical Review Physics Education Research 21, 020111 (2025)
- Tautan: 10.1103/n1gw-p1zj
Tujuan
- Menganalisis bagaimana gender dan tingkat capaian akademik (achievement level) memengaruhi epistemological beliefs mahasiswa tahun pertama dalam fisika.
- Menguji apakah terdapat interaksi antara gender dan achievement level terhadap tiga subskala CLASS:
- Problem-Solving Effort (PSE)
- Conceptual Understanding (CU)
- Personal Interest & Real-World Connection (PI&RWC)
- Semua analisis dilakukan dengan mengontrol variabel kovariat berupa CGPA.
Methods
Desain
Menggunakan causal-comparative research design (CCRD), karena variabel seperti gender dan capaian akademik tidak dapat dimanipulasi.
Partisipan
- N = 1220 mahasiswa tahun pertama dari 22 program berbeda.
- 38% perempuan, 62% laki-laki.
- Dikelompokkan menjadi Low-, Medium-, dan High-achieving berdasarkan nilai General Physics I.
Instruments
Menggunakan CLASS (Colorado Learning Attitudes about Science Survey) versi Turki, terdiri dari 20 item dengan 3 faktor: PSE, CU, PI&RWC. Reliabilitas:
- PSE α = 0.670
- CU α = 0.654
- PI&RWC α = 0.771
- Total α = 0.844 (sangat baik).
Analysis
Menggunakan Two-way MANCOVA, dengan:
- IV: gender, achievement level
- DV: tiga subskala CLASS
- Covariate: CGPA
- Dilakukan uji asumsi lengkap: normalitas, linearitas, homogeneity of variance–covariance, dll.
Results
Efek Gender
Gender berpengaruh signifikan secara statistik pada ketiga subskala CLASS:
- PSE: p < 0.001
- CU: p < 0.001
- PI&RWC: p < 0.001 Namun efek praktisnya kecil (η² = 0.012–0.022). Laki-laki memiliki skor lebih tinggi daripada perempuan pada semua subskala.
Efek Achievement Level
Achievement level menunjukkan efek signifikan pada ketiga subskala:
- PSE: η² = 0.021
- CU: η² = 0.057 (paling besar)
- PI&RWC: η² = 0.033 Kelompok High-achieving selalu memiliki skor epistemological beliefs tertinggi.
Interaksi Gender × Achievement
Tidak signifikan (p = 0.868). Artinya, pola pengaruh achievement terhadap epistemological beliefs konsisten pada kedua gender.
Kesimpulan
- Gender dan tingkat capaian akademik secara independen memengaruhi epistemological beliefs dalam fisika.
- Laki-laki dan siswa high-achieving menunjukkan more expert-like beliefs.
- Tidak ada interaksi gender × achievement sehingga perbedaan capaian akademik memberikan pola pengaruh yang serupa pada laki-laki maupun perempuan.
- Temuan ini memiliki implikasi pedagogis: perlunya pendekatan pembelajaran yang responsif terhadap perbedaan gender dan kemampuan.
Kelebihan artikel
- N = 1220, merupakan studi besar pertama di Turki menggunakan CLASS pada mahasiswa tingkat pertama. Hal ini meningkatkan reliabilitas eksternal.
- Model 3-faktor hasil adaptasi lokal meningkatkan kesesuaian budaya dan validitas struktur.
- MANCOVA memberi pemahaman yang lebih bersih tentang pengaruh gender dan achievement.
- Artikel menyatakan bahwa belum pernah ada studi berskala besar pada mahasiswa Turki yang menguji efek gabungan gender dan achievement terhadap epistemological beliefs menggunakan CLASS. Ini memperjelas kontribusinya.
- Peneliti menghubungkan temuan dengan strategi pembelajaran fisika inklusif.
Keterbatassan artikel
- Data berasal dari satu universitas saja, dan peneliti juga mengakui hal ini. Temuan belum tentu mewakili seluruh Turki atau konteks internasional.
- Tidak dapat membuktikan sebab-akibat; hanya menunjukkan asosiasi.
- PSE (α = 0.670) dan CU (α = 0.654) berada di batas minimal reliabilitas.
- Tidak ada wawancara atau data naratif untuk menggali mengapa beliefs berbeda.
- Misalnya: tipe sekolah asal, motivasi, self-efficacy, kualitas instruksi, stereotype threat.
Novelti artikel
- Penelitian ini menjadi studi pertama yang mengombinasikan faktor gender dan achievement level pada mahasiswa tahun pertama menggunakan CLASS Turki.
- Penggunaan CLASS versi Turki 20 item dengan tiga faktor merupakan kontribusi terhadap riset di konteks non-Barat.
- Penelitian sebelumnya belum menggunakan pendekatan ini untuk populasi serupa.
Novelty yang Dapat Diajukan untuk Penelitian Selanjutnya
- How Do Student Characteristics Moderate the Effectiveness of AI-Generated Feedback in Physics Learning?
- AI-Supported After-Class Review for Electricity and Magnetism: Effects on Problem-Solving and Conceptual Understanding