Metopen Kuantitatif - Usulan Novelty Artikel Pertemuan 10

fqs November 10, 2025 #PFIS258005 #kuliah

Nama: Firman Qashdus Sabil
NIM: 250321830676

5 Artikel Pilihan

Judul & Reviewer Metode Penelitian Instrumen/ Data Penelitian Hasil Gap
Exploring the Effects of Omitted Variable Bias in Physics Education Research — Walsh et al. (2021, Physical Review Physics Education Research) Aurelia Apriliyani
  • Kuantitatif, berbasis simulation modeling dan analisis regresi linear untuk menjelaskan bagaimana bias variabel terlewat (omitted variable bias, OVB) memengaruhi hasil penelitian pendidikan fisika.
  • Menggunakan data nyata dan model analitik hipotesis (simulasi) untuk menggambarkan efek bias.
  • Dataset performa mahasiswa pada survei sikap terhadap eksperimen fisika.
  • Analisis regresi linear dengan variabel kontrol yang disusun secara hipotetis.
  • Mengabaikan variabel pengganggu (confounding variable) yang berkorelasi dengan variabel independen menyebabkan estimasi efek menjadi bias.
  • Menunjukkan pentingnya pemilihan variabel berdasarkan teori, bukan hanya signifikansi statistik.
  • Banyak penelitian pendidikan fisika masih menggunakan desain kuasi-eksperimental tanpa pengendalian variabel pengganggu.
  • Perlu pendekatan analitik yang menggabungkan teori kausal dan machine learning (misalnya AI-based variable selection) untuk mengurangi OVB dalam data pendidikan.
Mixed Results from a Multiple Regression Analysis of Supplemental Instruction Courses in Introductory Physics; Burkholder, Salehi, & Wieman (2021, PLOS ONE) Allysa Hafsah Hafidhah
  • Desain kuasi-eksperimental dengan analisis regresi linear berganda.
  • Membandingkan hasil akhir ujian mahasiswa yang mengikuti kursus tambahan (supplemental instruction, SI) dengan yang tidak.
  • Nilai ujian akhir mahasiswa pada mata kuliah Fisika 1 dan Fisika 2 (Mekanika & E&M).
  • Data latar belakang (nilai SAT/ACT, pengalaman SMA, kesiapan matematika).
  • Kursus SI efektif untuk mata kuliah E&M tetapi tidak signifikan untuk Mekanika.
  • Hasil yang berbeda menunjukkan kompleksitas desain dan pelaksanaan SI.
  • Kurangnya pemahaman faktor penyebab ketidakkonsistenan hasil (faktor motivasi, self-selection, strategi belajar).
  • Perlu model AI atau learning analytics untuk memprediksi keberhasilan intervensi SI berdasarkan profil siswa.
Linear Regression Model to Predict the Use of Artificial Intelligence in Experimental Science Students — Flores Hinostroza et al. (2025, International Electronic Journal of Mathematics Education) Dhinar Asri Intantri
  • Pendekatan kuantitatif dengan survei dan analisis regresi linear berganda.
  • Mengadopsi Technology Acceptance Model (TAM) sebagai kerangka teori.
  • Kuesioner terstruktur kepada 459 mahasiswa sains eksperimental di Universitas Chimborazo, Ekuador.
  • Variabel: kompetensi AI, sumber daya digital, dan tingkat penggunaan AI.
  • Kompetensi AI dan ketersediaan sumber daya digital adalah prediktor signifikan terhadap penggunaan AI.
  • Menunjukkan perlunya integrasi pelatihan AI dalam kurikulum pendidikan sains.
  • Belum ada penelitian intervensi untuk menguji bagaimana pelatihan berbasis AI memengaruhi pemahaman konsep sains eksperimen.
  • Perlu studi penerapan AI dalam praktik pengajaran nyata (termasuk simulasi fisika).
Impact of Road Geometry on School-Area Traffic Congestion Using Regression and Machine Learning Analysis: Lessons from Six Saudi Cities — Shokry et al. (2025, Transportation Research Interdisciplinary Perspectives) Cindy Tyas Harvina
  • Analisis kuantitatif menggunakan Multiple Regression dan Machine Learning (XGBoost).
  • Membandingkan performa model regresi vs ML dalam memprediksi kemacetan berdasarkan geometri jalan.
  • 242 segmen jalan di 6 kota, data waktu tempuh dari Google Maps API.
  • Variabel: kategori jalan, jumlah lajur, arah lalu lintas, median, parkir di pinggir jalan.
  • Model XGBoost lebih akurat daripada regresi linear (R² = 0,71).
  • Faktor paling berpengaruh: kategori jalan dan jumlah lajur.
  • Belum diterapkan untuk konteks pendidikan (mis. mobilitas siswa, efisiensi jalur sekolah, atau pembelajaran data-driven).
  • Dapat diadaptasi untuk pendidikan fisika: penerapan machine learning regression dalam menganalisis data eksperimen siswa (mis. gaya, percepatan, waktu tempuh).
Using Hierarchical Multiple Regression to Model the Impact of AI-Powered Adaptive Testing on Student Academic Fortunes and Test Anxiety in the Ghanaian Context — Ntumi (2025, Discover Education) Firman Qashdus Sabil
  • Kuantitatif dengan hierarchical multiple regression.
  • Membandingkan hasil AI-powered adaptive testing dan tes tradisional.
  • 250 siswa SMA di Ghana; stratified random sampling.
  • Instrumen: tes adaptif berbasis AI, tes tradisional, kuesioner kecemasan ujian, dan data prestasi akademik.
  • AI adaptive testing meningkatkan skor rata-rata sebesar 7,3 poin dan menurunkan kecemasan ujian 3,8 poin.
  • Menjelaskan 20% variasi tambahan dalam prestasi akademik.
  • Masih terbatas pada konteks Afrika; perlu replikasi di bidang lain seperti fisika atau pembelajaran eksperimen.
  • Belum diuji hubungan antara adaptive testing dan conceptual understanding.

Sintesis Gap Antar Artikel

Berdasarkan kelima artikel:

Usulan Judul:

AI-Mediated Adaptive Formative Feedback for Deep Conceptual Learning in Physics

Feedback Formatif Adaptif Berbantuan AI untuk Pembelajaran Konseptual Mendalam dalam Fisika

Scholar Indonesia Scholar Inggris