PBuM - Review Artikel Pertemuan 9

fqs October 25, 2025 #FMIA258001 #kuliah

Nama: Firman Qashdus Sabil
NIM: 250321830676

Anda dapat mendownload:

Review Artikel Pertemuan 9: Sains & Pembangunan: SDG 3, 4, 6, 7, 12, 13

Identitas Artikel

Judul: Mapping the sustainable development goals (SDGs) in science, technology and innovation: application of machine learning in SDG-oriented artefact detection
Penulis: Arash Hajikhani dan Arho Suominen
Jurnal: Scientometrics (2022) Vol. 127, hlm. 6661–6693
DOI: https://doi.org/10.1007/s11192-022-04358-x

Tujuan

Artikel ini bertujuan untuk mengembangkan pendekatan baru dalam mengidentifikasi kontribusi ilmu pengetahuan dan teknologi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) menggunakan machine learning (ML). Penulis ingin memperluas metode klasifikasi SDG dari publikasi ilmiah ke dokumen paten, sehingga dapat memetakan hubungan antara penelitian ilmiah, inovasi teknologi, dan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif berbasis text mining dan machine learning. Langkah-langkahnya meliputi:

  1. Menyusun taksonomi dan kata kunci SDG berdasarkan basis data Scopus/SciVal dan dokumen resmi PBB (2015–2020).
  2. Menggunakan data publikasi ilmiah yang telah diberi label SDG sebagai data latih (training data).
  3. Menguji beberapa algoritma klasifikasi teks seperti Naive Bayes, Support Vector Machine, dan Logistic Regression dengan berbagai model representasi teks (TF-IDF, Word2Vec, Doc2Vec).
  4. Menentukan model terbaik (Word2Vec + Logistic Regression) untuk mendeteksi relevansi SDG dalam paten EPO (European Patent Office).
  5. Membandingkan hasil deteksi ML dengan pencarian leksikal tradisional.

Hasil/Temuan Utama

  1. Model ML terbaik (Word2Vec + Logistic Regression) memiliki akurasi lebih dari 60% untuk sebagian besar kategori SDG, dengan kinerja terbaik pada SDG 7 (energi bersih).
  2. Penerapan model ini pada 132.226 paten EPO (tahun 2020) menunjukkan bahwa lebih dari 20% keluarga paten berkaitan dengan SDG 7.
  3. Model ML memperluas cakupan identifikasi paten SDG sebesar 14% dibandingkan metode pencarian leksikal biasa.
  4. Analisis jaringan menunjukkan bahwa ML mampu menemukan klaster tematik baru (misalnya teknologi baterai isi ulang) yang tidak teridentifikasi dengan pendekatan konvensional.

Kesimpulan

Penelitian ini berhasil menunjukkan bahwa machine learning dapat meningkatkan kemampuan deteksi artefak ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan dengan SDGs. Pendekatan ini memperluas cakupan pemetaan inovasi terhadap tujuan keberlanjutan serta dapat digunakan untuk mendukung kebijakan riset dan strategi perusahaan dalam mengarahkan inovasi yang berkontribusi pada SDGs.

Kelebihan (termasuk gap yang diisi oleh artikel)

Kekurangan

Novelty dari Artikel Ini

Novelty yang Dapat Diajukan untuk Penelitian Selanjutnya